Umdatu Qori Syarh Shohih Bukhori
Al Hadits
Profil penulis
2.733 karya publik ditemukan.
Al Hadits
Al Hadits
Al Hadits
Al Hadits
Al Hadits
Al Hadits
Al Hadits
WordPress merupakan Content Management System yang dapat kita pergunakan untuk membangun website dengan mudah. Dengan menggunakan WordPress, saat ini kita tidak lagi harus mempelajari web programming untuk membuat sebuah website, hanya perlu “klik, klik, klik” dalam beberapa jam saja website yang kita butuhkan sudah bisa dipublikasikan. Buku ini menyajikan materi pembelajaran lengkap belajar membuat website dengan wordpress dari mulai fundamental hingga studi kasus. Buku ini akan menjadi buku pembelajaran yang akan mengakomodasi teman-teman untuk bisa mahir membuat website jenis apapun dengan menggunakan WordPress. Buku ini terdiri atas 20 bab materi yang disusun secara sistematis untuk memudahkan proses belajar. Materi yang diajarkan termasuk materi pengenalan WordPress, pemasangan, pengaturan, pembelajaran dasar, materi lanjutan, dan praktek studi kasus seperti membuat blog pribadi, web portofolio, landing page, toko online, dan kursus online. Buku ini cocok dibaca oleh semua kalangan. Karena saat ini membuat website sudah menjadi kemampuan yang wajib dimiliki semua orang untuk dapat sukses di era digital.
Al Hadits
"Apakah Anda seorang Blogger? Jika memang demikan, dapatkah Anda men-jawab pertanyaan di bawah ini: 1.Bagaimana memasang rating di setiap postingan? 2.Bagaimana memasang tanda tangan online di setiap postingan? 3.Bagaimana memasang search engine Google, Ebay, YouTube, dan Wikipedia pada blog? 4.Bagaimana mengetahui limit account yang diberikan Blogger? 5.Bagaimana melakukan pengeditan HTML pada blog secara cepat dan mudah? 6.Bagaimana mem-backup blog di Blogspot secara online? Jika Anda tidak mengetahui pertanyaan-pertanyaan tersebut maka, buku 101 Tip & Trik Blogspot wajib Anda miliki, sebab buku ini akan mengungkapkan kepada Anda mengenai hal-hal seputar Blogspot. Dengan demikian Anda bisa menjawab sendiri rahasia-rahasia tersembunyi yang ada di dalamnya. Disajikan dengan banyak gambar dan gaya bahasa santai, yang tentunya akan memudahkan Anda dalam memahami buku ini. Sesudah Anda membacanya, silakan kunjungi web kami di www.mata-maya.com.?"
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks pendidikan, manajemen memiliki peran yang sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Perencanaan merupakan langkah awal dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus membuat rencana yang detail dan terstruktur mengenai tujuan pendidikan, sumber daya yang tersedia, strategi pembelajaran, serta evaluasi yang akan dilakukan. Perencanaan yang matang dapat membantu pihak-pihak terkait untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan merupakan tahap lanjutan dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mampu mengimplementasikan rencana yang telah dibuat. Hal ini meliputi pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang tepat, penggunaan sumber daya dengan efektif, serta memastikan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pihak-pihak terkait juga harus memastikan bahwa semua proses pembelajaran berlangsung secara teratur dan terkoordinasi dengan baik. Evaluasi merupakan tahap terakhir dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mengevaluasi hasil pendidikan yang telah dicapai. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti ujian, tes, atau observasi. Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan dalam proses pendidikan, serta memberikan umpan balik yang dapat digunakan untuk perbaikan ke depan. Manajemen pendidikan yang baik dapat memberikan banyak manfaat, antara lain adalah meningkatkan kualitas pendidikan, memaksimalkan sumber daya yang tersedia, dan memastikan keterlibatan aktif semua pihak terkait. Oleh karena itu, manajemen pendidikan seharusnya menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Manajemen pendidikan memiliki berbagai fungsi yang penting untuk memastikan pendidikan yang diberikan berkualitas dan efektif. Ada lima fungsi utama dalam manajemen pendidikan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan evaluasi. Perencanaan Fungsi perencanaan mencakup proses penyusunan rencana, strategi, dan tujuan pendidikan yang harus dicapai. Perencanaan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia, anggaran, infrastruktur, program, serta metode dan teknik pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan. Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian berkaitan dengan pengaturan dan penempatan sumber daya manusia, fasilitas, dan peralatan pendidikan. Hal ini meliputi pengorganisasian proses pembelajaran, penentuan jadwal, penentuan kurikulum, dan penempatan tenaga pengajar. Pengendalian Fungsi pengendalian berkaitan dengan pengawasan terhadap proses pembelajaran dan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. Pengendalian juga meliputi penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar dan penggunaan sumber daya. Pengarahan Fungsi pengarahan berkaitan dengan pengelolaan hubungan antara tenaga pengajar, peserta didik, dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini meliputi komunikasi antara pihak-pihak terkait, koordinasi, dan pemberian arahan terhadap proses pembelajaran. Evaluasi Fungsi evaluasi berkaitan dengan pengukuran dan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Evaluasi ini meliputi penilaian terhadap kemajuan belajar peserta didik, penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar, dan penilaian terhadap penggunaan sumber daya. Artinya, manajemen pendidikan memiliki fungsi-fungsi yang sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dengan baik, maka pendidikan yang diberikan akan menjadi efektif dan efisien, serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Buku ini dilatarbelakangi sebuah fenomena menurunnya kualitas pendidikan bangsa Indonesia. Nampaknya memang perlu adanya kesadaran bersama terutama lembaga pendidikan dalam pengelolaan pendidikannya sehingga dihasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi yang dapat dijadikan bekal hidup di masyakakat. Dalam hal ini perlu adanya pengoptimalan dalam pelaksanaan manajemen sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik yang ada di sekolah/madrasah. Ini terkait dengan langkah yang berkaitan dengan system perencanaan SDM, rekrutmen, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan, system evaluasi tenaga pendidik (guru).
Persaingan bebas dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi informasi, menjadi tantangan bagi kehidupan masa depan sekaligus ancaman bagi seluruh bangsa yang belum siap menghadapinya. Upaya peningkatan sumber daya manusia kemudian menjadi wacana yang mendesak untuk direalisasikan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut berkaitan dengan sumber daya manusia yang akan membuat dan mengelola serta menerapkannya, sehingga sumber daya manusia menjadi asset dalam kemajuan berbangsa dan bernegara. Dalam upaya peningkatan kualitas SDM haruslah diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan dan guru. Merujuk pada komisi Internasional UNESCO untuk pendidikan memasuki abad ke-21 menyatakan bahwa berbeda dengan periode sebelumnya, dalam memasuki abad ke-21 ini guru memiliki peranan yang sangat strategis karena diharapkan dapat ikut membentuk karakter dan kecerdasan generasi muda atau dalam bahasa aslinya “moulding character and minds of young generation”. Demi menrespon hal tersebut dalam buku ini dikupas secara tuntas baik itu secara teritis maupun praktek seperti halnya; profesionalisme guru meliputi kemampuan: menguasai bahan, mengelola PBM, mengelola kelas, mengelola media atau sumber, menguasai landasan kependidikan, mengenal interaksi belajar mengajar, menilai. prestasi siswa, mengenal fungsi dan program pelayanan BP, dan mengenal administrasi sekolah.
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Mulai dari anak-anak hingga usia dewasa wajib mengenyam pendidikan yang dicanangkan pemerintah yaitu wajib belajar 9 tahun. Pendidikan merupakan suatu bentuk interaksi individu dengan individu lainnya (antara manusia, yang di barengi dengan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam pendidikan menuntut terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas, cerdas, beriman, beriptek dan berakhlakul karimah sebagai tujuan dari pendidikan, maka perlu pengamatan dari segi aktualisasinya bahwa pendidikan merupakan proses interaksi antara pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan dari sebuah proses pendidikan. Perkembangan peserta didik merupakan bagian dari pengkajian dan penerapan psikologi perkembangan yang secara khusus mempelajari aspek-aspek perkembangan individu yang berada pada tahap usia sekolah dan sekolah menengah. Sebagai individu yang tengah tumbuh dan berkembang, peserta didik memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal kemampuan fitrahnya.
Buku "Perkembangan peserta didik : Teori & Konsep Perkembangan Peserta Didik Era society 5.0" adalah buku yang menyajikan panduan komprehensif tentang perkembangan peserta didik. Dalam buku ini, pembaca akan diperkenalkan pada bab-bab penting yang mencakup teori-teori perkembangan, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan prinsip-prinsip perkembangan peserta didik dalam pendidikan. Bab-bab lainnya membahas tugas-tugas perkembangan pada berbagai tahap kehidupan, mulai dari masa pranatal, bayi, awal kanak-kanak, hingga remaja. Perkembangan emosional dan sosial peserta didik juga menjadi fokus. Buku ini juga mengulas perkembangan peserta didik dengan kebutuhan khusus dan tantangan multikulturalisme di era Society 5.0. Buku "Pengembangan Peserta Didik" merupakan sumber daya berharga bagi pendidik, orang tua, dan siapa pun yang ingin memahami dan mendukung perkembangan peserta didik secara efektif.
Judul : DESAIN PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK UNTUK MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS TINGKAT SMP Penulis : Muhammad Yandri, S.Pd., Gr. Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 112 Halaman ISBN : 978-623-497-917-6 SINOPSIS Dalam melakukan pembelajaran Bahasa Inggris, terdapat empat keterampilan yang harus dimiliki peserta didik khususnya tingkat SMP antara lain kemampuan mendengarkan (listening), membaca (reading), berbicara (speaking), dan menulis (writing). Hingga saat ini, masih banyak peserta didik tingkat SMP yang merasa kesulitan mempelajari mata pelajaran Bahasa Inggris. Itulah mengapa para pendidik Bahasa Inggris harus memiliki strategi yang tepat dalam melakukan proses pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran yang baik harus dilakukan dengan berpusat pada peserta didik yang dilaksanakan secara riang gembira, efektif, inovatif, komunikatif, efisien, dan bermakna. Dengan demikian, peserta didik tidak lagi merasa kesulitan dalam memahami pelajaran Bahasa Inggris. Menurut Gentry (1985), desain pembelajaran adalah proses menentukan tujuan pembelajaran, strategi, dan teknik untuk mencapai tujuan serta merancang media yang dapat digunakan untuk keefektifan pencapaian tujuan tersebut. Artinya desain pembelajaran memiliki banyak komponen di dalamnya yang harus dikembangkan dan diimplementasikan. Sebelum melakukan proses pembelajaran, seorang pendidik wajib mendesain pembelajaran yang akan dibawakan terlebih dahulu. Tujuannya agar peserta didik mampu memahami pelajaran dengan mudah.
Model Pembelajaran, Hasil Belajar dan Respon Peserta Didik Penulis : Syaiful Rohman Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-5508-60-3 Terbit : Oktober 2021 www.guepedia.com Sinopsis : Kurikulum 2013 yang sudah diterapkan untuk semua jenis, jenjang dan satuan pendidikan (SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK) di Indonesia sejak tahun pelajaran 2013/2014 menghendaki semua guru untuk selalu menerapkan model, metode, strategi, pendekatan, dan teknik pembelajaran yang bervariasi bagi peserta didik. Hal ini perlu dilakukan agar peserta didik memiliki kompetensi yang baik dan memuaskan pada semua mata pelajaran. Untuk itu, diperlukan suatu model pembelajaran tertentu. Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar. Penerapan model pembelajaran cooperatif tipe CIRC dapat meningkatkan hasil belajar dan respon peserta didik kelas 12 IPA-5 SMA Negeri 1 Sampang Tahun Pelajaran 2017/2018. Penerapan model pembelajaran cooperatif tipe CIRC dapat meningkatkan hasil belajar konsep metabolisme dan respon peserta didik, sehingga disarankan untuk diterapkan pada konsep/sub konsep mata pelajaran lain. Penerapan model pembelajaran cooperatif tipe CIRC sebaiknya tidak digunakan pada beberapa konsep/sub konsep mata pelajaran biologi secara berturut-turut, agar tidak menimbulkan kebosanan dan kejenuhan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran biologi. Buku ini sangat penting untuk dibaca, dihayati, dipahami bagi kalangan guru, peserta didik, dan masyarakat sebagai upaya dalam menambah informasi, pengetahuan, dan keterampilan tentang model pembelajaran kooperatif, hasil belajar, dan respon peserta didik. Selamat bagi para pembaca untuk menikmati buku ini secara lengkap, baik dan benar. #salamliterasi #semogabarokah www.guepedia.com Email : guepedia@gmail.com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
Seorang anak tidak langsung bisa bicara saat baru lahir. Tidak ada juga manusia yang langsung bisa mengendarai mobil tanpa terlebih dahulu belajar. Proses belajar membantu manusia menguasai pengetahuan dan keterampilan. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan juga perlu dilakukan secara bertahap. Tahapan tersebut disesuaikan dengan tingkat Perkembangan peserta belajar. Oleh sebab itu mengetahui dengan baik karakteristik perkembangan peserta didik sangat penting. Pengetahuan tersebut dapat membantu para fasilitator proses belajar untuk merancang dan menerapkan cara-cara yang tepat untuk mendukung tercapainya keberhasilan hasil belajar yang maksimal. Buku ini ditulis melalui kolaborasi para pendidik di Indonesia dengan pendekatan teoritis dan praktis. Tujuannya untuk menyajikan inovasi dalam proses pendampingan belajar. Pembahasan dimulai dengan ulasan umum mengenai perkembangan peserta didik baik secara fisik, psikis, maupun sosial. Berdasarkan fondasi teori perkembangan peserta didik, pembahasan dilanjutkan dengan cara-cara mengembangkan pembelajaran untuk peserta didik anak, remaja, dan dewasa. Semua topik dan tulisan yang disatukan dalam buku ini menekankan pada pentingnya proses pembelajaran berkelanjutan dan sepanjang hayat. Pembahasan dalam buku ini juga menunjukkan pergeseran paradigma pendampingan pembelajaran yang progresif. Peserta belajar tidak lagi dijadikan sebagai objek. Peserta belajar dapat dilibatkan secara aktif untuk belajar dan mencari cara terbaik untuk belajar secara berkelanjutan sesuai dengan minat dan keterampilan yang dibutuhkannya. Inilah yang menjadi esensi dari proses belajar dan pendampingan belajar di masa-masa penuh tantangan.
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) terbentuk dari kata manajemen dan sumber daya manusia. Manajemen diartikan sebagai pengelolaan atau tata cara bagaimana mengelola sesuatu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sementara sumber daya manusia adalah setiap orang yang bekerja dan berkontribusi dalam suatu organisasi ataupun lembaga. Menurut Hasibuan (2011:10), manajemen sumber daya manusia adalah bidang manajemen yang mempelajari bagaimana ilmu dan seni mengatur hubungan dan peran tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu mencapai tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Dengan demikian, Manajemen sumber daya manusia adalah bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan manusia dalam organisasi.
Tujuan manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah untuk pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan yang optimal. Manajemen peserta didik juga mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik dari mulai masuk sekolah sampai lulus sekolah. Pengaturan kegiatan peserta didik tersebut diarahkan pada peningkatan mutu kegiatan pembelajaran baik intra maupun ekstrakurikuler, sehingga memberikan konstribusi bagi pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah serta tujuan pendidikan secara keseluruhan.