Raudhu Arroyahin Fi Hikayati Assholihin
Inspirasi
Profil penulis
3.549 karya publik ditemukan.
Inspirasi
Biography of Jokowi, a mayor of Surakarta.
Sirah
Teori Sains
Teori Islam
Nabi Muhammad
Sudah berapa lamakah Anda bekerja? Untuk dan karena siapa Anda bekerja? Benarkah Anda menikmati pekerjaan Anda? Jika Anda masih bingung menjawab pertanyaan tersebut, berarti selama ini Anda belum bekerja karena Allah. Buku ini mencoba menghadirkan perspektif baru tentang bekerja dan apa yang seharusnya kita lakukan. Apa yang mesti dihindari saat bekerja. Mengapa? Karena, jangan sampai pekerjaan yang kita lakukan sehari semalam tiada bernilai, utamanya di hadapan Allah, Sang Pemberi karunia pekerjaan. Siapa pun Anda yang saat ini bekerja di perusahaan, instansi swasta maupun pemerintahan, baik sebagai karyawan biasa atau atasan, jika ingin pekerjaan Anda membawa berkah, buku ini bisa menjadi wawasan mencerahkan bagaimana bekerja yang membahagiakan! Ya, Bekerja karena Allah! [Safina Publishing, Islam, Motivasi, Sukses, Religi, Indonesia]
Buku ini berisi renungan atau sarana meditasi dalam bentuk tulisan dan lukisan melalui riwayat hidup Fransiskus Asisi. Tulisan karya Joop Sierat dan lukisan karya Ivon Bloem. Setiap teks mengacu pada lukisan yang terkait dan begitu pula sebaliknya. Dituntun oleh peristiwa-peristiwa dalam hidup Fransiskus, melalui kata dan gambar, pembaca diajak memahami kehidupan si miskin dari Asisi. Sekaligus buku ini mengundang untuk mengarahkan pandangan ke alam batin dan permenungan sejenak mengenai apa yang dewasa ini dirasa penting oleh setiap orang untuk menambah kualitas hidup rohani.
“Siapa itu, Rum?” Ibu yang menyambutku di depan pintu bertanya sambil melihat sepeda motor yang pergi meninggalkan rumah. “Teman,” sahutku sembari melepas sepatu. Ibu menatap sampai teman lelaki yang mengantarku pulang menghilang dari pandangan. “Teman atau pacar?” Cecar ibu sembari berjalan dan duduk di kursi ruang tamu. Aku tak menghiraukan dan terus berjalan masuk ke kamar. “Kalau pacaran itu cari lelaki yang sudah mapan. Kamu itu sudah berumur seharusnya mencari suami, bukan asyik pacaran bonceng sana bonceng sini. Malu sama tetangga, Rum,” ucap ibu dari ruang tamu. Suara ibu terdengar jelas dari kamarku Aku menghela nafas. Menjatuhkan tubuh letih di bibir tempat tidur. Telingaku siaga untuk mendengarkan tausiah ibu selanjutnya.
"Jelita!" Suara seseorang memanggil namaku dari arah luar toko perlengkapan pakaian bayi. Aku memicingkan mata, melihat empat orang yang sedang berjalan semakin mendekat ke arahku. 'Duh, malas sekali berhadapan dengan mereka,' batinku mengeluh. "Tante Dira dan ketiga anak-anaknya, kamu pasti kenal dan belum lupa, 'kan?" ucap ibuku. "Kenal lah, Bu. Baru juga lima tahun tidak ke Jakarta, mana mungkin Jelita lupa sama saudara-saudara Ibu, yang suka menghina dan mencaci-maki kita," sahutku. Aku baru pulang setelah lima tahun berada di Kota Pekanbaru. Biasanya, ibuku dan adik-adikku lah yang akan mengunjungiku, tentunya dengan ongkos yang kukirimkan untuk mereka datang. "Kapan datang?" tanya Zahra, tanpa menanyakan keadaanku terlebih dulu, setidaknya basa-basi ya kan? Sepupuku itu melihatku dengan tatapan yang sulit untuk ku artikan. Kalau tidak salah, tatapannya masih sama seperti waktu Zahra mengataiku anak madesu. ( Masa depan suram)
Toxic Relationship (Hubungan Racun karena saling Menyakiti) Penulis : Yulia, Natasya, Miranti, Anggi, Delta, Elma, Fathyah, Lida, Jannah, Fenny, Yunda Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-294-796-2 Terbit : November 2020 www.guepedia.com Sinopsis : Sebuah kumpulan cerita yang mengisahkan betapa dunia dipenuhi dengan toxic yang bisa membunuh secara perlahan. Buku ini juga mengisahkan sebuah perjuangan menghadapi kehidupan atau sebuah hubungan yang tak sehat, entah dari keluarga, sahabat, lingkungan bahkan pasangan. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari sebuah cerita yang kita baca ataupun kita dengar. Perlahan tapi pasti, semua akan berlalu jika kita mampu bertahan dan mencoba menerima dan itulah yang tersirat dalam buku antologi ini. Akankah semua akan berakhir tragis ataukah akan ada titik terang? www.guepedia.com Email : guepedia@gmail.com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
Jatuh cinta di masa remaja adalah hal yang biasa, tetapl tidak dengan. Jingga. la tahu bahwa cinta yang dirasakannya hanyalah cinta palsu, Allah dengan tegas telah melarangnya. Bukan melarang jatuh cintanya, karena Jatuh cinta adalah hal yang alami, akan tetapi melarang melampiaskan cinta tu dengan cara yang tidak halal yaitu pacaran. Jingga memutuskan untuk mengubur cintanya, berusaha taat pada aturan sang pencipta. la sibuk mengejar mimpi dan cita-citanya. Setelah siap menikah ada dua pria tampan yan ingin mempersuntingnya. Adit sang dokter muda, dan Randi seorang pengacara muda. Bagaimana kedua pemuda itu merebut hati seorang Jngga? Lalu siapa yang menjadi pendamping hidup Jingga?
Risiko hidup itu, ya, dihampiri masalah. Kalau tak mau dapat masalah, ya jangan hidup. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, masalah akan terus datang menghampiri kita, bahkan kadang-kadang harus bertubi-tubi. Satu hal yang harus diyakini, Tuhan tak akan membebani kita dengan masalah di luar batas kemampuan kita. Buku ini diharapkan dapat mengilhami kita semua untuk menyikapi masalah engan bahagia dan percaya diri. Bahagia di sini bukan berarti tertawa-tawa saat mendapat masalah. Kita patut hepi karena pasti ada hikmah yang bisa dipetik dari masalah yang kita alami. Kita yakin Allah menyimpan misteri tersembunyi tentang semua masalah itu. Namun, kita juga butuh percaya diri untuk mengatasi masalah yang kita hadapi. Kita perlu memiliki rasa percaya diri (tetapi bukan takabur dan tinggi hati) agar bisa segera bangkit dan menata diri untuk masa depan yang lebih berarti.
Kartika yang berganti nama menjadi Kamilia, harus rela menjadi penebus hutang bapaknya. Dia meninggalkan kampung dan kekasihnya, Saiful. Kegadisannya dihargai puluhan juta rupiah oleh orang kota, Heru. Kamilia menjadi simpanannya. Heru memperlakukan Kamilia begitu kasar, sehingga Kamilia melawan dan kabur. Liku-liku perjalanannya sebagai wanita simpanan dialaminya. Bagaimanakah cara Kamilia lepas dari dunia hitam? Dapatkah dia bersatu kembali dengan kekasihnya, Saiful?
Aku berjalan ragu masuk ke gedung pernikahan. Perlahan tapi pasti langkah kaki ini semakin mendekat ke tempat pelaminan. Nis sangat cantik dengan gaun biru dan Yas tak kalah cantik dengan gaun putihnya. Percuma aku menyalami Givran, mengucapkan selamat, lalu beralih pada Yas. Yas hanya melihatku sekilas. Mungkin ia semakin benci kepadaku kini. “Makasih udah datang, Ga, "ujar Nis saat aku menyalaminya. Aku tersenyum, lantas mengucapkan selamat. Mataku kemudian beralih pada Arkan. Kutepuk pundaknya. “Kamu orang yang tepat." "Thank's " sahutnya sambil balas menepuk pundakku. Hatiku lega setelah meninggalkan pelaminan dan mengucapkan selamat kepada mereka berempat. Andai saja Nis menerimaku lagi, mungkin aku akan semakin berdosa karena pada kenyataannya hatiku sakit melihat Yas berdampingan dengan Givran. Aku duduk di kursi tamu untuk menikmati makan siang. Mata ini tak bisa lepas memandangi istri orang. Andai aku yang ada di posisi itu. Andai aku dan bukan Givran.
Ketika konsentrasi kepemilikan media meningkat, senjakala media cetak hampir tiba, tsunami hoax dan berita palsu muncul, gejala ketidakpercayaan terhadap media arus utama membesar, jurnalisme sedang berada dalam episode-episode menegangkan. Di buku ini, Rusdi Mathari membaca situasi tersebut dan mengajukan berbagai refleksi serta kritik.
Sirah
Inspirasi