Tafsir Wakhowatirul Imaniyah
Tafsir Quran
Profil penulis
3.549 karya publik ditemukan.
Tafsir Quran
Tafsir Quran
Kemampuan menafsirkan "ayat-ayat pendidikan" ini diajarkan di seluruh Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) dan di Perguruan Tinggi Agama Islam pada umumnya. Bidang studi Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini merupakan matakuliah yang diwajibkan untuk rnahasiswa Fakultas Tarbiyah/Fakultas Pendidikan. Namun disadari, ketersediaan literatur/referensi berbahasa Indonesia untuk matakuliah Tafsir Ayat-ayat Pendidikan ini masih tergolong langka. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)
Semua yang bermaksud menggali makna-makna Al-Quran, memulai upayanya dengan mempelajari kosakatanya. Dahulu para ulama sering kali merujuk ke syair jahiliah untuk memahami kosakata Al- Quran. Ini kemudian berkembang dengan memahaminya melalui analisa makna dasar dari susunan huruf-huruf yang terhimpun oleh satu kata, lalu ini pun berkembang dengan menghimpun ayat-ayat yang menggunakan akar kata yang sama lalu menarik makna yang dimaksud oleh Al-Quran. Buku yang di tangan pembaca ini berusaha menghidangkan secara sederhana dan dengan amat terbatas salah satu corak penafsiran Al-Quran yakni corak bayâni dengan menekankan pembahasannya tentang muatan kosakata dan perbedaan-perbedaan susunan satu kalimat dengan kalimat yang lain yang sepintas diduga sepenuhnya sama.
Pengaruh sihir memang ada! Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sendiri pernah terkena pengaruh sihir. Dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah pernah disihir oleh seorang Yahudi bernama Labid bin Al-A'sham! Namun jangan panik , allah telah menurunkan doa perlindunganyaitu surat Al-Falaq.
Seorang K.H. Dja’far Sabran dikenal sebagai tokoh ulama Masyhur di Kalimantan Timur. Beliau merupakan pendakwah yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, beliau memiliki pengetahuan yang luas baik dalam bidang agama maupun dunia. Banyak pemikiran beliau mengenai konsep kehidupan baik mengenai ibadah maupun akhlak yang beliau sampaikan melalui kegiatan pengajian rutin secara lisan maupun tulisan beliau di dalam kitab-kitabnya. Beliau juga banyak mengemukakan pemikiran beliau mengenai akhlak atau adab terpuji, salah satunya adalah tawakal. Menurut beliau tawakal merupakan adab seorang hamba yang menyikapi seluruh urusan kehidupan dengan melakukan usaha/ikhtiar dengan cara yang ma’ruf dan sesuai kemampuan kemudian menyerahkan seluruh urusan kehidupan tersebut hanya kepada Allah, merasa semuanya dari Allah dan karena Allah, sehingga semua yang terjadi pada dirinya diyakini mengandung hikmah.
Boikot
Criticism on Islamic state in Indonesia.
Di antara keistimewaan Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar Allah swt kepada Nabi Muhammad Sa, yakni rangkaian satu-kesatuan yang bersifat utuh dan menyeluruh (jami’-mani’; intact-comprehensive) serta kekhasan masing-masing surat-suratnya. Termasuk surah Al-Mâ’idah [5] yang memiliki sejumlah kelebihan (fadha’il). Salah satunya berkenaan dengan khitab (arah pembicaraan) dan khitahnya yang lebih spesifik ditujukan kepada orang-orang beriman. Mulai dari tuntunan hubungan vertikal manusia dengan Allah swtdan hubungan horizontal dengan sesama manusia, hingga hubungan lingkungan alam sekitar bahkan semesta. Tidak hanya tentang hukum keluarga dengan segala aspeknya, akan tetapi juga ihwal hukum muamalah yang benar-benar lengkap dan sempurna. Semuanya ada landasan hukumnya di dalam surah Al-Mâ’idah. “Serial Tafsir Al-Amîn Bedah Surah Al-Mâ’idah” yang berada di tangan pembaca menyuguhkan penjelasan surah Al-Mâ’idah (bagian pertama) ini dengan gayanya yang khas menggunakan pendekatan metode tafsir dialogis (tafsir mukalamah). Bagaimana persisnya, mari kita baca buku ini dengan saksama. Kiranya dapat memberikan pencerahan. Aamiin, semoga!
Tafsir Quran
This volume features chapters by international experts in education, sociology, and theology who consider a range of challenges faced by educators in primary and secondary schools that are becoming increasingly diverse in terms of the ethnic and religious backgrounds of pupils. From the non-religious, to the refugee, to student fundamentalism and even radicalization—these multiple, fresh approaches analyze the dynamics of the changing pedagogical landscape in an age of ever increasing globalization and cultural plurality. Today’s classrooms are often the most crucial spaces where children and adolescents encounter new cultural, religious, and other worldviews. Increasingly, teachers are called on to empower their pupils with the tools and competencies necessary to reflect on and process this plurality in ways that are productive for their intellectual growth and moral maturation. Regional case studies provide extensive data while offering insights into developments in school settings across Europe, in Turkey, and in the United States. In addition, a number of the contributions address the delivery, content, and policies of Islamic Religious Education in European contexts, the educational strategies employed in multi-religious societies, and interreligious dialogue in schools, whether intentional or spontaneous.
Spirituality lies at the heart of many clients' core values, and helps shape their perception of themselves and the world around them. In this book, two clinical psychologists provide a much-needed, research-based road map to help professionals appropriately address their clients’ spiritual or religious beliefs in treatment sessions. More and more, it has become essential for mental health professionals to understand and competently navigate clients' religious and spiritual beliefs in treatment. In Spiritual and Religious Competencies in Clinical Practice, you’ll find sixteen research-based guidelines and best practices to help you provide effective therapy while being conscious of your clients' unique spiritual or cultural background. With this professional resource as your guide, you will be prepared to: Take a spiritual and religious history when treating a client Attend to spiritual or religious topics in a clinical setting Hold clear ethical boundaries regarding your own religious or spiritual beliefs Know when and how to make referrals if topics emerge which are beyond the scope of your competence This book is a must-read for any mental health professional looking to develop spiritual, religious, and cultural competencies.
This book offers a rigorous analysis of why commitment matters and the challenges it presents to a range of believers. Peter Forrest treats commitment as a response to lost innocence. He considers the intellectual consequences of this by demonstrating why, for example, we should not believe in angels. He then explores why humans are attached to reason and to humanism, recognising the different commitments made by theist and non-theist humanists. Finally, he analyses religious faith, specifically fideism, defining it by way of contrast to Descartes, Pascal and William James, as well as contemporary philosophers including John Schellenberg and Lara Buchak. Of particular interest to scholars working on the philosophy of religion, the book makes the case both for and against committing to God, recognising that God's divine character sets up an emotional rather than an intellectual barrier to commitment to worship.
Commentary on the Koran.
Javanese cultural values in the Koran intepretation of Bakri Syahid's work, an Indonesian muslim scholar.
Comparative study of Koranic interpretations in Indonesia.