Profil penulis
D
3.698 karya publik ditemukan.
Cahaya, Seni, dan Kehidupan; Menemukan Kehangatan Sinar pada Indahnya Skenario Ilahi
“Cahaya Seni Kehidupan selalu ada di setiap raga dan alam pola pikir manusia, karena setiap dari kita punya impian. Cahaya dan seni ada di impian itu, maka raihlah apa yang kamu impikan. Salam pengajar.” — DR.Dirgantara Wicaksono, CH,Cht,S.pd, M.Pd, MM (Pengamat pendidikan nasional) “Hidup adalah perjuangan. Tempat untuk beramal baik. Ladang perjuangan supaya bisa bermanfaat untuk orang lain. Sebagaimana sabda Nabi, ‘khairukum man anfa’ahum linnasi.’ Sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat untuk orang lain, jadi, berjuanglah untuk itu.” — DR.Hj. Oki Setiana Dewi, S.Hum., MPd (aktris, penulis, dan pendakwah) “Tulisan pada buku ini merupakan kolaborasi gaya eksposisi dengan persuasi, mampu memberikan kesan eksploratif yang mengungkapkan fakta sesuai dengan sudut pandang diri penulis. Tidak hanya eksploratif, tetapi deskriptif dan eksplanatif, karena mampu mengilustrasikan masalah yang terjadi dalam kehidupan, juga dilengkapi dengan ulasan, bahasan, dan kajian, agar pembaca mengetahui dan memahaminya secara detail.” — Prof. Drs. Owin Jamasy Djamaludin, M.Hum, MM, Ph.D (dosen, penulis, dan pengamat pembangunan dan pemberdayaan Indonesia) Skenario perjalanan hidup ini tak selamanya indah dan sesuai yang kita inginkan. Ada kalanya masa sulit, sedih, dan sempit membuat kita putus harapan. Rasanya, di dunia ini hanya diri ini yang paling menderita dengan segala ujian yang beruntun menerpa. Buku Cahaya, Seni, dan Kehidupan mengajarkan banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan dari segala sisinya. Dalam buku ini, terdapat rumus canggih dalam menjalankan dan berdamai dengan kehidupan sehingga beban hidup lebih terasa ringan dan bahagia kembali. Buku ini juga disajikan agar kita benar-benar menyadari bahwa tidak ada yang sia-sia di muka bumi ini, dan semua pasti yang terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Mengetahui. Selamat membaca.
CBFK. Indahnya Menepati Janji
Seri Ensiklopedia untuk Anak Indonesia: Indahnya Pulau Jawa
"Pulau Jawa dengan luas 132.182 kilometer merupakan pulau terpadat di Indonesia. Jawa adalah pulau dengan keindahan alam yang luar biasa, situs arkeologi, candi, sawah, gunung berapi, pantai, dan tradisi. Jawa adalah pulau paling subur di bumi. Lebih dari 80 persen penduduk Indonesia mendiami Pulau Jawa. Oleh karena itu, pengaruhnya terhadap perkembangan negara ini tidak tertandingi. Untuk itu anak-anak Indonesia sebaiknya mulai diajarkan untuk sedini mungkin mengenali dan mencintai negerinya sendiri yang luas, indah dan kaya ini. Hal itu sangat penting baik untuk menanamkan cinta tanah airnya sendiri sebelum mereka mengenal dan mencintai negeri orang. Buku Indahnya Pulau Jawa Yang Sebaiknya Anak-Anak Perlu Ketahui merupakan sekelumit tentang keindahan Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Provinsi Jawa Timur, dilihat dari letaknya, sejarahnya, ekonominya, penduduknya, obyek wisatanya dan keragaman kulinernya. Semoga suatu hari nanti, setelah anak-anak itu menjadi dewasa, mereka akan lebih mencintai, merawat serta menjaga bangsanya dengan baik. "
Indahnya ramah
Para Penakluk Dari Timur Menapaki Jejak-jejak Kepahlawanan dan Kecerdasan Para Kesatria Sejati
Nailur Roja Bisyarkhil Safinatunnajah
Membahas tentang Ibadah, Thoharoh hingga Haji
Sejarah Islam, buku 1
Fragmenta Islamica
Ensiklopedi sejarah Islam
Lintasan Sejarah Islam Di Zaman Rasulullah S.a.w
Sejarah Islam yang terlupakan
Jas hitam
SHOLAT EMPAT MADZHAB
Buku ini adalah panduan berharga bagi setiap Muslim yang ingin memahami dan menghargai khilafiyah dalam sholat. Dengan bahasa yang ringan namun berbobot, buku ini mengajak kita untuk melihat perbedaan sebagai rahmat, bukan sebagai pemicu perpecahan. Di tengah banyaknya perbedaan pendapat dalam tata cara ibadah, buku ini hadir untuk menegaskan bahwa keberagaman dalam Islam adalah sebuah kekayaan yang perlu disikapi dengan lapang dada dan pemahaman yang lebih mendalam. Penulis dengan cermat menyajikan berbagai perspektif dari para ulama mazhab mengenai bacaan dan gerakan dalam sholat sehari-hari. Buku ini bukan sekadar kajian akademik, tetapi juga ajakan bagi umat Islam untuk lebih menghargai ijtihad para ulama serta menghindari fanatisme yang berlebihan terhadap satu pandangan saja. Dengan demikian, pembaca dapat memperoleh wawasan yang lebih luas serta sikap yang lebih toleran dalam menyikapi perbedaan di tengah masyarakat. Buku ini bukan hanya memberikan pemahaman, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi setiap Muslim dalam menjalankan ibadah. Ditulis dengan pendekatan yang mendidik dan menyejukkan, buku ini layak menjadi bacaan wajib bagi siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman tentang sholat dan menghargai perbedaan dalam praktiknya. Semoga kehadiran buku ini membawa manfaat bagi umat Islam dalam menjalani ibadah dengan keyakinan dan kedamaian hati. (UNISMA PRESS)
Bahasa Betawi
Bahasa Betawi yang dikenal dengan berbagai nama: bahasa Betawi, dialek Jakarta, bahasa Melayu local yang hidup di bumi Nusantara ini. Untuk mengenal bahasa ini lebih baik diketengahkan di awal buku ini situasi kebahasan dan kedudukan bahasa ini di antara bahasa Melayu lokal lainnya. Sejalan dengan sejarahnya, bahasa Betawi memperlihatkan cirri-ciri khas bahasa Melayu Timur, di samping cirri-ciri umum bahasa Melayu lainnya. Kekhasannya yang tampak, baik dalam struktur fonologi, morfologi, maupun sintaksisnya merupakan bahasan pokok buku ini. Selain itu, buku ini bukan hanya membahas kehadirannya sebagai bahasa perhubungan antar penduduk yang terdiri dari berbagai suku bangsa, melainkan secara sepintas dibahas juga tentang lahirnya sejumlah sastra naskah yang tampaknya luput dari perhatian para ahli dan para pemerhati lainnya. Selain kaya akan sastra lisan dan sastra naskah tersebut, sastra tulis Betawi juga diperkaya dengan berbagai karya kontemporer yang dimuat dalam surat kabar sejak awal abad ke-19. Perannya yang amat penting dalam perkembangna bahasa Indonesia dibahas dalam bab penutup buku ini yang disertai lampiran yang memperlihatkan betapa banyak kata-kata bahasa Betawi dalam Bahasa Indonesia yang oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia ditandai dengan JK.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN DAKWAH DI KERINCI
Judul : SEJARAH DAN PERKEMBANGAN DAKWAH DI KERINCI Penulis : Dr. Ahmad Zuhdi, M.A., Ravico, M.Hum., Herry Prasetia Reski, S.Sos., Suhardiman, S.Sos., Roni Oka Frayoga, S.Sos Editor : Anggi Desviana Siregar Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 144 Halaman ISBN : 978-623-497-429-4 Sinopsis Sejarah perkembangan Islam di Kerinci masih perlu dikaji secara mendalam. Jika dikaji lebih mendalam masih dapat ditemukan beberapa perbauran antara Islam dan adat-istiadat setempat. Secara geogerafis Kerinci yang merupakan wilayah tertinggi di Sumatera, menjadi sangat sulit di akses pada masa lalu. Transportasi menjadi sulit mengingat jalur-jalur yang ada melalui sungai atau perbukitan. Pertanyaan yang paling mendasar ialah bagaimana jalur masuknya Islam dan bagaimana jalur Islamisasi yang berkembang di Kerinci? Berbagai hipotesis yang lahir dari pertanyaan tersebut. Terlepas dari semua hipotesis tersebut, peran tokoh-tokoh Islam yang melakukan Islamisasi di Kerinci menjadi hal yang sentral dalam membangun peradaban Islam di sini. Buku yang berjudul Sejarah dan Perkembangan Dakwah di Kerinci, merupakan hasil kajian yang ditulis oleh tim. Buku ini mencoba memberikan historiografi Islam di Kerinci yang tersusun dengan tema-tema khsusu terutama kajian tentang tarekat dan organisasi ke-Islaman yang berkembang di Kerinci. Buku ini juga mengambarkan prosesi dakwah yang juga digunakan oleh Ulama-ulama terdahulu dalam menanamkan nilai-nilai ke-Islaman bagi masyarakat setempat.
Wanita dan Thalaq
Para fuqaha’ bersepakat, bahwa thalaq merupakan hak seorang suami. Mereka juga sepakat bahwa thalaq tidak boleh dijatuhkan terkecuali jika memang diperlukan. Namun demikian, mereka berbeda pendapat tentang hukum asal thalaq: apakah merupakan sesuatu yang hendaknya dihindari ataukah merupakan sesuatu yang mubah (boleh-boleh saja).
Sejarah dan Keagungan Madzhab Syafi'i
Sejarah perkembangan Kota Jakarta
Wanita dan Peradilan
Bolehkah wanita menjabat sebagai hakim? Masalah ini termasuk yang diperselisihkan di kalangan para fuqaha’ dahulu. Dimana segolongan dari mereka –yakni dari kalangan madzhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali– berpendapat tentang tidak bolehnya seorang wanita menjabat sebagai hakim.